Melinjo, Ternyata Kulitnya Bermafaat Untuk Obat Asam Urat

Kulit melinjo???  Siapa sh yang gak tau kulit melinjo yang biasa kita masak atau pun sering terlihat di pasar tradisional. Kulit melinjo merupakan salah satu produk yang di hasilkan dari melinjo, yang di hasilkan oleh pohon melinjo.

Banyak mitos yang mengatakan melinjo dapat menyebabkan kenaikan asam urat (hiperurisemia) yang signifikan. Melinjo memang mengandung purin. Peningkatan asam urat terjadi karena gangguan metabolisme purin dan asupan purin tinggi dari makanan secara berlebihan.

Uniknya, penelitian yang dilakukan Prof Dr H Subandi MSI dan Sri Wulandari dari jurusan Kimia Universitas Negeri Malang, seperti dikutip dari karya-ilmiah.um.ac.id , ternyata membuktikan ekstrak etanol kulit melinjo muda malah dapat menghambat dan juga menghancurkan kinerja xantin oksidase-enzim, penyintesis asam urat, dan berkhasiat untuk mencegah penyakit asam urat atau gout.

“Di Jepang melinjo diolah jadi beragam kuliner untuk menunjang pola hidup sehat,” kata Ani Andayani, doktor vegetables sciences alumnus Chiba University, Jepang, seperti dikutip dari trubus-online.co.id.

Di Jepang melinjo termasuk tumbuhan purba yang secara evolusi dekat dengan tanaman Ginkgo biloba. Ginkgo adalah spesies pohon hidup tertua, yang telah tumbuh selama 150-200 juta tahun dan dipercaya sebagai tonik otak, karena memperkuat daya ingat.

Melinjo di Jepang bahkan telah diolah menjadi tepung untuk bahan baku aneka makanan seperti kue dan roti. Masyarakat Jepang mencampurkan tepung melinjo dalam minuman teh. Dosisnya setengah sendok teh. Mereka ingin memperoleh khasiat melinjo ketika menyeruput secangkir teh. Selain itu penambahan tepung melinjo juga membuat teh menjadi kental sehingga semakin nikmat. “Ada pula yang menambahkannya untuk saus pada salad. Salad jadi lebih lezat, awet, dan sehat dikonsumsi,” kata Ani.

Tri Agus Siswoyo PhD, peneliti di Pusat Penelitian Biologi Molekuler, Universitas Jember, Jawa Timur, dan alumnus Osaka Prefecture University, Jepang, juga menguji aktivitas antioksidan ekstrak akar, daun, biji, dan batang melinjo untuk menangkal radikal bebas. Radikal bebas salah satu penyebab utama timbulnya kanker dan mempercepat proses penuaan.

Manfaat Herbal Melinjo

Melinjo ternyata juga merupakan tanaman yang berkhasiat herbal yang multifungsi, karena mengandung stilbenoid yang berpotensi sebagai antimikroba, menangkal radikal bebas, dan mengontrol gula darah. Hal ini dibuktikan oleh Yuji Tokunaga, periset di University of Fukui, Jepang, seperti dikutip dari trubus-online.co.id, yang meneliti khasiat stilbenoid dari biji melinjo. Hasilnya menunjukkan semua jenis stilbenoid itu mampu menghambat senyawa radikal bebas.
Stilbenoid juga terbukti mampu menghambat kerja enzim lipase, sehingga berpotensi menekan penumpukan dan penyerapan lemak dalam tubuh. Senyawa aktif itu pun menghalangi aktivitas enzim amilase. Akibatnya, perombakan karbohidrat menjadi glukosa terhambat. Karena itu melinjo berpotensi sebagai pengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.
Sebagai antimikroba, ekstrak melinjo efektif membunuh beragam mikroorganisme jahat seperti Bacillus subtilis, Bifidobacterium bifidum, dan Clostridium perfringens. Menurut Siswoyo, potensi antimikroba melinjo bisa dimanfaatkan sebagai pengawet makanan sekaligus obat untuk penyakit akibat bakteri.
Menurut beberapa peneliti Jepang maupun peneliti Indonesia dari Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember, antioksidan dari biji melinjo merupakan flavonoid yang termasuk senyawa polifenol. Senyawa ini dapat tahan selama lima jam lebih lama daripada vitamin E dan C. Hasil riset menunjukkan aktivitas antioksidan ini setara dengan antioksidan sintetik butylated hydroxytolune.
Sebuah perusahaan dari Jepang yang berlokasi di Bandung saat ini telah mengolah biji melinjo menjadi teh dan tepung yang mempunyai segudang khasiat bagi kesehatan. Bahkan di Jepang sendiri biji melinjo telah diolah sebagai obat awet muda (anti-aging).
Kandungan flavonoid ini didapat dari biji melinjo yang kulitnya sudah berwarna merah. Karena itu efek antioksidan melinjo juga bisa diperoleh dengan memakan bijinya langsung yang telah diolah, baik yang direbus ataupun yang telah disiapkan dalam bentuk sayur.
Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bakti Wiyata Kediri, juga meneliti untuk mengetahui efek farmakologi infusa biji melinjo terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Mus musculus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa biji melinjo dosis 50 persen, memiliki efek farmakologi terhadap penurunan kadar glukosa darah sebesar 33,41 persen dan berbeda signifikan (p>0,01) dibandingkan glibenklamid.
Penelitian dari tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Dokter Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado, bahwa ekstrak daun melinjo
memiliki uji daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, pada gigi yang berupa karies, yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu host, substrat, mikroorganisme, dan waktu. Karena daun melinjo memiliki kandungan senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, steroid, dan tanin yang mempunyai efek antibakteri.

Sumber : http://www.satuharapan.com/

Kode Smiley Untuk Komentar


:a :b :c :d :e :f :g :h :i :j :k :l :m :n :o :p :q :r :s :t

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bagi-Bagi Informasi Copyright © 2023 | Powered by Blogger